Bandung Business Trip

BUSINESS TRIP TO BANDUNG

Akhir pekan di minggu yang lalu, saya bersama Direksi Amazing Group yang lain berkesempatan rihlah sambil mengaplikasikan salah satu value Amazing Group, yaitu networking. Praktik dari value ini adalah bagaimana kita berjejaring dan bersinergi dengan banyak pihak untuk saling mengembangkan lembaganya masing-masing, termasuk lembaga kami di Amazing Group. Dalam rihlah tersebut saya sekalian bersilaturahmi untuk menjalin sinergi dengan beberapa relasi yang ada di sana.

Kunjungan yang pertama saya singgah ke kantor Tuneeca, salah satu brand busana Muslimah segment kelas atas. Di sana saya banyak berbincang dengan salah satu pendirinya, yaitu Mas Ibrahim atau akrab disapa Mas Baim yang juga sama-sama menjadi members di Komunitas Bisnis Tangan Di Atas, di mana di komunitas ini beliau sedang diamanahkan menjadi Presiden Komunitas. Dalam perbincangan tersebut kami berdua banyak menyoroti landscape playing field dari ranah UKM dan dunia bisnis digital untuk kurun waktu beberapa tahun ke depan. Kami pun berdiskusi bagaimana agar kita bisa sama-sama saling menguatkan akan terjadinya hantaman badai marketplace pemain-pemain besar seperti Shopee dan Tokopedia yang memiliki dukungan dana tanpa batas. Menurut beliau dua raksasa marketplace ini akan semakin menang dari penghimpunan database yang mereka lakukan, sehingga mereka leluasa mengeluarkan strategi-strategi inovatif untuk semakin melebarkan jangkauan bisnis mereka. Di akhir perbincangan, kami berdua berinisiatif untuk bersinergi dalam program-program dan campaign yang dijalankan di Lembaga saya, Amazing Group. Alhamdulillah, deal bersinergi. Hehe.

Kunjungan kedua saya adalah mampir ke relasi yang kini menjadi sohib dekat di Bandung, Avin nama akrabnya. Beliau salah satu pendiri di Rumah Singgah Al Fatih, Bandung yang menampung pasien-pasien tidak mampu untuk singgah sebelum berobat ke Rumah Sakit terdekat di Bandung. Saya mengikuti rekam jejak beliau awal kenal dua tahun lalu hingga sekarang saling bersahabat dalam ketaatan, luar biasa pergerakannya menjalankan Rumah Singgah Al Fatih ini atau biasa disebut RSAF. Beliau bersama pengurus sudah melayani ratusan pasien yang akan berobat ke Rumah Sakit yang ada di Bandung di mana domisili pasiennya tidak hanya ada di sekitar Jawa Barat, tapi dari Papua pun ikutan singgah di RSAF.

Setelah berkunjung ke RSAF, saya bersama direksi Amazing Group yang lain, kopdar sore-sore dengan pendiri dan manajemen crowd funding Amal Sholeh, sebuah platform donasi digital tersegmen khusus muslim, yang secara pergerakan digital mereka telah mampu menghimpun dana donasi dari berbagai lembaga hingga 70 milyar dalam dua tahun terakhir mereka berkiprah. Dari penghimpunan dana tersebut, ratusan lembaga dan program banyak terbantu. Dalam pertemuan tersebut, Alhamdulillah kami berkomitmen akan menjalankan program bersama antara kedua lembaga untuk semakin meluaskan jangkauan manfaat dari program masing-masing.

Silaturahmi tidak sampai di situ, saya dan Avin berkunjung sekaligus mengadakan pertandingan ukhuwah bersama tim basket Gerakan Infak Beras (GIB) Bandung di bawah Yayasan Munzalan milik Ustadz Lukmanulhakim Pontianak. Saat ini Manajer Area GIB Bandung dipegang oleh Bang Irfan, seorang mantan bankers yang hijrah dan kini berkhidmat untuk ummat mendistribusikan beras ke pesantren-pesantren Se-Jawa Barat dengan jumlah penyaluran hingga puluhan ton setiap bulan. Sambil kami main basket, kami berdua bersepakat akan bersinergi dalam program-program kebaikan untuk kebermanfaatan lebih luas kepada ummat.

Selain silaturahmi untuk menjalin relasi dan menambah jangkauan manfaat lembaga kami, tidak lupa kami melakukan kunjungan sebagai bentuk syukur dengan “melihat ke bawah”, yaitu berkunjung ke Pesantren Al Furqon, Cisarua, Bandung yang dijuluki pesantren bala-bala (pesantren bakwan). Kenapa disebut pesantren bala-bala. Dari laporan mitra di Bandung yang memvideokan makanan santri, sehari-hari demi penghematan biaya makan santri, semua santri setiap makan menggunakan lauk hanya bakwan sayur atau dalam Bahasa sunda “bala-bala”. Miris memang, di mana banyak di luaran sana sering makan enak, sementara ada pesantren di tempat ini, makanan sehari-harinya hanya bakwan isi sayur. Na’udzubillahi min dzalik.

Alhamdulillah, selama lebih kurang empat hari saya bersama Direksi Amazing Group melakukan silaturahmi bisnis ke Bandung, secara pribadi saya banyak sekali mendapat insight dari perjalanan tersebut. Semoga insights yang didapatkan dapat diaplikasikan menjadi proyek kebaikan yang bermanfaat bagi orang banyak.

Dapatkan buku Find The Amazing You dengan klik link ini : Klik

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top