EKOSISTEM POSITIF BAGI PENGEMBANGAN DIRI

Oleh : Hadi Azis Pratama

Muslimpreneur, Marketer dan Penulis Buku

                    Banyak literatur tentang pengembangan diri yang sepakat bahwa salah peran penting agar diri kita tumbuh sukses dan bermanfaat, tidak lain dan tidak bukan adalah ekosistem. Jika ekosistemnya baik, maka individu yang ada di dalamnya akan baik dan terus bertumbuh, jika ekosistemnya negative, yang terjadi adalah sebaliknya tidak akan membuat individu yang ada di dalamnya terus bertumbuh.

                    Lantas, apa ciri-ciri ekosistem yang positif dan sehat jika kita mau bergabung di dalamnya atau kita sendiri yang mengkondisikan ekosistem tersebut? Ada tiga pilar inti ciri-ciri ekosistem itu positif dan layak untuk Anda ikuti dan Anda sendiri bisa membuatnya.

  1. Frekuensi yang sama

                    Tidak bisa dipungkiri, bahwa seorang muslim yang baik, tentu akan nyaman dan dapat tumbuh jika berada dalam eksosistem yang baik. Salah satu ciri ekosistem yang baik dan positif ini adalah seluruh anggotanya memiliki frekuensi dan juga vibrasi yang positif yang selalu mengajak seluruh anggotanya kepada ketaatan, bukan kemaksiatan.

                    Ibrâhim al-Khawwâsh rahimahullah berkata: دَوَاءُ الْقَلْبِ خَمْسَةُ أَشْيَاءَ: قِرَاءَةُ الْقُرْآنِ بِالتَّدَبُّرِ، وَخَلَاءُ الْبَطْنِ، وَقِيَامُ اللَّيْلِ، وَالتَّضَرُّعُ عِنْدَ السَّحَرِ، وَمُجَالَسَةُ الصَّالِحِيْنَ Penawar hati itu ada lima : membaca al-Qur’an dengan tadabbur (perenungan), kosongnya perut (dengan puasa-pen), qiyâmul lail (shalat malam), berdoa di waktu sahar (waktu akhir malam sebelum Shubuh), dan duduk bersama orang-orang shalih”. (Al-Adzkar karya Al-Imam an-Nawawi, hal. 107; Tahqiq: Syu’aib al-Arnauth)

  1. Visinya jelas

                    Membuat ekosistem maupun kita tergabung di dalamnya haruslah jelas mau dibawa ke mana ekosistem yang kita bentuk ataupun tergabung di dalamnya? Bagusnya lagi tempat bergabungnya kita di ekosistem tersebut akan membantu visi pribadi kita terwujud, mudahnya jika visinya sesuai dengan visi diri kita, maka bisa terus berlanjut. Jika sebaliknya, maka lebih baik keluar dari ekosistem tersebut karena yang ada akan membuang banyak waktu.

  1. Punya nilai inti

                     Ekosistem yang baik salah satunya adalah di dalamnya memiliki nilai-nilai inti (core values) ekosistem yang akan semakin memperjelas isi dari ekosistem tersebut. Ibaratnya tanah, core values ini adalah tanah yang subur jika berisi nilai-nilai positif, sehingga tanaman yang berada di atasnya akan tumbuh subur dana berkembang. Begitu pula diri Anda, jika berada pada ekosistem yang memiliki nilai inti positif, maka akan berpengaruh positif pada pengembangan diri Anda. Sehingga Anda ke depannya akan menjadi pribadi yang produktif dan bermanfaat.

                     Jika dalam perjalanan Anda tergabung dalam suatu ekosistem tidak memenuhi tiga pikar tadi, maka pilihannya adalah keluar membangun ekosistem sendiri atau mencoba mengisi tiga pilar tadi di dalam ekosistem yang Anda ikuti. Semoga Anda terus bertumbuh dan berkembang di jalur sukses Anda! (HAP)

Dapatkan buku Find The Amazing You dengan klik link ini : Klik

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top