salesman

INILAH CARA BUSINESS OWNER MEMILIH TIM SALES

Hai Amazing People! Bagi kamu yang sekarang sedang menjalani bisnis atau diberikan kepercayaan oleh bosmu untuk menangani rekrutmen karyawan baru tentu ingin tahu dong acara efektif merekrutnya? Dalam tulisan kali ini saya akan kasih tipsnya yang telah dipraktikan bertahun-tahun cara merekrut tim sales yang terbukti menghasilkan dan performanya stabil. Dalam perusahaan keberadaan tim sales sampai sales manager tentunya akan memberikan peran sangat penting untuk keberlangsungan perusahaan kita. Berikut ada beberapa cara yang bisa kamu lakukan.

  1. Mengisi Tes Personaliti

Dalam dunia Sumber Daya Manusia, merekrut tim dengan menggunakan tes personaliti standar dilakukan perusahaan manapun. Ada beragam tes yang bisa kamu pakai untuk mengetahui profil dan karakter tim yang kamu rekrut apakah sesuai dengan profil tim sales atau tidak. Kalau saya biasa menggunakan tes strength typology yang ada dalam metode tes Talents Mapping, di mana hasil dari tes tersebut bisa menjadi bekal awal kita merekrut tim sales yang tepat. Hasil tes secara umum yang bisa kita ambil sebagai kesimpulan bahwa memang orang yang mau direkrut ini sesuai atau tidak menjadi sales adalah kita bisa lihat dari tesnya memperlihatkan komunikasi yang bagus, kemampuan mempengaruhinya bagus, orangnya memang tangguh atau tidak. Intinya 3 point dasar itu wajib ada dalam profil diri seorang sales. Profil diri yang lainnya tinggal mengikuti dan menyesuaikan.

  1. Face to Face Interview

          Sebagai business owner, setelah dia melakukan tes, saya melakukan wawancara dan membaca curriculum vitae yang dia kirimkan. Saya biasanya melihat pengalamannya sesuai atau tidak dengan yang dibutuhkan, baru saya akan membaca dia dari lulusan mana. Memang kebiasaan perusahaan di Indonesia lebih mengutamakan orang yang berpengalaman meski baru hitungan tahun, ketimbang belum ada pengalaman sama sekali. Bagi saya pribadi, nilai IPK atau UAN nomor sekian dibanding pengalaman serta potensi yang dia miliki. Dalam sesi interview langsung biasanya saya tidak ketinggalan memberikan pertanyaan apakah dia siap jika selalu bekerja berdasarkan target. Jika memang dia orang sales, dia akan siap menerima tantangannya.

  1. Tes Studi Kasus

Kebiasaan saya ketika melakukan interview calon sales selalu memberikan tes studi kasus yang berkolerasi langsung dengan posisi yang akan dia tempatkan. Jika memang orang ini profilnya sales, saat kita beri tantangan berupa suatu kasus, orang ini akan “nyerocos” memberikan solusi dari studi kasus yang kita berikan. Kita memberikan “soal” secara jumlah tidak banyak, tapi solusi yang dia berikan akan banyak. Itulah diri seorang sales sejati. Hehe.

Cara memilih staf di posisi lain tentu bisa menyesuaikan dengan kebutuhan di posisi tersebut. Profil seorang sales tentu beda dengan profil kita merekrut orang operasional, tentu berbeda juga tes saat interview dan studi kasus ketika kita merekrut calon staf copywriting dan lain sebagainya. Nah selamat mencoba tips ini di bisnis atau perusahaanmu ya.

 

Dapatkan buku Find The Amazing You dengan klik link ini : Klik

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top