KARAKTER PEMIMPIN HEBAT DALAM ISLAM

Oleh : Hadi Azis Pratama

Muslimpreneur, Marketer dan Penulis Buku

            Sebagai seorang muslim, mencari kiblat pemimpin hebat tidak usah jauh-jauh ke kiblat dunia barat. Karakter pemimpin hebat sepanjang sejarah peradaban manusia, sebenarnya sudah ada dalam diri Rasulullah Muhammad SAW. Saking hebatnya pengaruh Nabi Muhammad SAW dalam peradaban ini, bahkan kehebatannya diakui oleh barat dalam buku karangan Michael H. Hart berjudul “The 100, A Ranking of The Most Influential Persons in History”

            Nabi Muhammad SAW memang pemimpin ideal. Beliau tidak hanya sukses sebagai Nabi dan Rasul, namun beliau juga sukses menjadi pemimpin negara dan pemimpin di keluarganya. Beliau menghadirkan karakter kempimpinannya sehingga mampu menginspirasi kita hingga saat ini lewat keteladanannya. Seperti tercantum dalam Alquran : “Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri tauladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan Dia banyak menyebut Allah”. (QS Al-Ahzab:21)

            Sebagai pemimpin teladan yang menjadi model ideal pemimpin, Rasulullah SAW dikaruniai empat karakter utama, yaitu: Sidiq, Amanah, Tabligh dan Fathonah. Sidiq berarti jujur dalam perkataan dan perbuatan, amanah berarti dapat dipercaya dalam menjaga tanggung jawab, Tabligh berarti menyampaikan segala macam kebaikan kepada rakyatnya dan fathonah berarti cerdas dalam mengelola rakyatnya.

1. Sidiq/Jujur

           Sidiq atau kejujuran yang kita bisa ambil inspirasinya dari karakter Rasulullah SAW ini. Beliau mencontohkan kejujuran dalam kesehariannya memimpin rakyat di bawah. Tidak pernah terbersit melakukan kedustaan dalam setiap perkataan dan perbuatannya. Tidak seperti pemimpin dalam era materialistic sekuler sekarang ini, di mana mereka mudah sekali mengumbar janji-janji palsu dan kosong ketika Pilkada, namun saat sudah terpilih lupa dengan janji yang pernah mereka ucapkan.

            Imam Ibnu Katsir berkata, “Jujur merupakan karakter yang sangat terpuji, oleh karena itu sebagian besar sahabat tidak pernah coba-coba melakukan kedustaan baik pada masa jahiliyah maupun setelah masuk Islam. Kejujuran merupakan ciri keimanan, sebagaimana pula dusta adalah ciri kemunafikan, maka barang siapa jujur dia akan beruntung.”

            Dalam haditsnya, Rasulullah SAW pernah bersabda yang artinya : “Jauhilah dusta, karena dusta akan membawa kepada dosa dan dosa membawamu ke neraka. Biasakanlah berkata jujur, karena jujur akan membawamu kepada kebajikan dan kebajikan membawamu ke surga”. (HR. Bukhari dan Muslim).

  1. Amanah/Terpercaya

            Nabi Muhammad SAW sebelum diangkat menjadi rasul telah menunjukkan kualitas pribadinya yang diakui oleh masyarakat Quraish. Beliau dikenal dengan gelar Al-Amien, yang terpercaya. Ketika terjadi peristiwa sengketa antara para pemuka Quraish mengenai siapa yang akan meletakkan kembali hajar aswad setelah renovasi Ka’bah, meraka dengan senang hati menerima Muhammad sebagai arbitrer, padahal waktu itu Muhammad belumlah termasuk pembesar di masyarakat Quraish.

            Amanah merupakan karakter wajib yang harus dimiliki pemimpin. Dengan karakter amanah inilah, pemimpin akan senantiasa menjaga kepercayaan dari rakyat yang dipimpinnya. Rakyat di bawahnya akan menaruh kepercayaan lebih keoada pemimpinnya agar urusan mereka dikelola dengan baik dan memberikan kemaslahatan bersama.

            Terjadinya banyak kasus korupsi di negara kita, merupakan bukti nyata bahwa bangsa Indonesia miskin pemimpin yang amanah. Para pemimpin dari mulai tingkat desa sampai negara telah terbiasa menghianati kepercayaan masyarakat dengan cara memanfaatkan jabatan sebagai jalan pintas untuk memperkaya diri juga golongannya. Pemimpin seperti ini sebenarnya tidak layak disebut sebagai pemimpin, mereka merupakan para perampok yang berkedok “pemimpin”.

            Mengenai nilai amanah, Daniel Goleman seorang psikolog profesional dari barat mencatat beberapa ciri orang yang memiliki sifat tersebut. “Dia bertindak berdasarkan etika dan tidak pernah mempermalukan orang membangun kepercayaan diri lewat keandalan diri dan autentisitas (kemurnia/kejujuran). Berani mengakui kesalahan sendiri dan berani menegur perbuatan tidak etis orang lain. Berpegang kepada prinsip secara teguh, walaupun risikonya tidak disukai serta memiliki komitmen dan menepati janji. Bertangung jawab sendiri untuk memperjuangkan tujuan serta terorganisir dan cermat dalam bekerja.

            Amanah erat kaitanya dengan janggung jawab. Pemimpin yang amanah adalah pemimpin yang bertangggung jawab. Dalam perspektif Islam pemimpin bukanlah raja yang harus selalu dilayani dan diikuti segala macam keinginannya, akan tetapi pemimpin adalah khadim. Sebagaimana pepatah Arab mengatakan“sayyidulqaumi khodimuhum”, pemimpin sebuah masyarakat adalah pelayan mereka.

           Sebagai seorang pelayan, pemimpin harus merelakan waktu, tenaga dan pikiran untuk melayani rakyatnya. Pemimpin dituntut untuk melepaskan sifat individualis yang hanya mementingkan diri sendiri. Ketika menjadi pemimpin maka dia adalah kaki-tangan rakyat yang senantiasa harus melakukan segala macam pekerjaan untuk kemakmuran dan keamanan rakyatnya.

           Dalam buku The 21 Indispensable Quality of Leader, John C. Maxwell seorang ahli kepemimpinan menekankan bahwa tanggung jawab bukan sekedar melaksanakan tugas, namun pemimpin yang bertanggung jawab harus melaksanakan tugas dengan lebih, berorienatsi kepada ketuntasan dan kesempurnaan. “Kualitas tertinggi dari seseorang yang bertangging jawab adalah kemampuannya untuk menyelesaikan”.

  1. Tabligh/Komunikatif

            Tabligh atau komunikatif merupakan salah satu karakter yang dimiliki Nabi Muhammad. Dengan karakter komunikatif inilah dakwah Islam dan kegemilangan Islam sampai ke kita. Bagi seorang pemimpin karakter komunikatif ini haruslah ada karena dari situlah ide-ide besar serta visi dari pemimpin akan sampai terkomunikasikan kepada rakyat yang dikelolanya.

            Pemimpin yang hebat haruslah mampu membuka pintu komunikasi dengan rakyat atau tim yang dipimpinnya. Dari situlah pemimpin tahu kebutuhan rakyat atau tim yang dia kelola apa saja, dan solusi apa yang akan pemimpin itu berikan.

            Selain itu, salah satu ciri kekuatan komunikasi seorang pemimpin adalah keberaniannya menyatakan kebenaran meskipun konsekwensinya berat. Dalam istilah Arab dikenal ungkapan, “kul al-haq walau kaana murran”, katakanlah atau sampaikanlah kebenaran meskipun pahit rasanya.

  1. Fathonah/Cerdas

            Cerdas dan kreatif haruslah ada dalam diri setiap pemimpin. Karena dari kecerdasan dia mencerna hingga memberikan solusi dari setiap masalah, maka rakyat dan tim di bawahnya akan menaruh kepercayaan kepada dia. Dengan kecerdasan yang dimilikinya, maka dia akan selalu tertantang mencari solusi dari setiap masalah yang ada. Lama kelamaan dia akan terbiasa menghadapi berbagai jenis tantangan yang ada.

             Contoh kecerdasan luar biasa yang dimiliki oleh khalifah kedua Umar ibn Khattab r.a. adalah ketika beliau menerima kabar bahwa pasukan Islam yang dipimpin oleh Abu Ubaidah ibnu Jarrah yang sedang bertugas di Syria terkena wabah mematikan. Sebagai pemimpin yang bertanggung jawab, Umar ibn Khattab segera berangkat dari Madinah menuju Syria untuk melihat keadaan pasukan muslim yang sedang ditimpa musibah tersebut. Ketika beliau sampai di perbatasan, ada kabar yang menyatakan bahwa keadaan di tempat pasukan mulimin sangat gawat. Semua orang yang masuk ke wilayah tersebut akan tertular virus yang mematikan. Mendengar hal tersebut, Umar ibn Khattab segera mengambil tindakan untuk mengalihkan perjalanan. Ketika ditanya tentang sikapnya yang tidak konsisten dan dianggap telah lari dari takdir Allah, Umar bin Khattab menjawab, “Saya berpaling dari satu takdir Allah menuju takdir Allah yang lain”.

              Kecerdasan pemimpin yang mampu menghadapi berbagai jenis tantangan tentunya haruslah dibarengi ilmu yang lebih banyak dari tantangan yang dia hadapi. Agar pemimpin mampu menyelesaikan dari tiap tantangan yang ada, tentunya dia harus membekali dirinya dengan banyak ilmu yang mumpuni. Agar ilmunya semakin banyak sebagai bekal menghadapi tantangan, pemimpin ini haruslah mau terbuka untuk belajar hal-hal baru. Tidak boleh malas serta beralasan tidak mau belajar hal-hal baru. Atau nanti dia akan terlindas oleh perubahan.

              Amazing People, mari kita senantiasa menumbuhkan karakter Rasulullah Muhammad SAW dalam diri kita. Agar kita siap menjadi pemimpin hebat di posisinya masing-masing. Tidak lupa selipkan terus dalam doa-doa kita agar Allah SWT mampukan dan kuatkan kita menjadi pemimpin yang mengikuti karakter Nabi Muhammad SAW dan menginspirasi tim atau rakyat yang kita Kelola. Wallahu’alam bi showaab. (HAP)

Dapatkan buku Find The Amazing You dengan klik link ini : Klik

Mau ikutan giveaway berhadiah buku Find The Amazing You? Klik link berikut ini : Klik

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top