tren-budaya-huste-culture-produktif-atau-menyesatkan

KIAT MENSIASATI HUSTLE CULTURE

Akhir-akhir ini muncul tren baru di kalangan fresh graduate generasi milennials. Karena tuntutan gaya hidup materialistis banyak mengkibatkan budaya ini menjamur di kalangan mereka. Yang ada di pikiran mereka gimana caranya agar tiap bulan bisa memenuhi hobi untuk membeli outfit branded terbaru, bisa traveling dan membayar tagihan kartu kredit tepat waktu.

Itulah ekosistem materialistis-kapitalis yang mendewakan ukuran materi hanya sebagai standar, tidak melihat caranya dari mana materi itu diperoleh. Di mana ekosistem kerja hanya dibangun dari sudut pandang target materi, padahal ada sudut pandang lain yang lebih luas dan lebih bermanfaat bagi orang tersebut ketika di dunia dan di akhirat.

Dampak negatif dari budaya gila kerja yang kebablasan ini akan mengakibatkan kehidupan kita menjadi tidak seimbang antara kehidupan sehari-hari kita, keluarga hingga kesehatan kita. Hustle culture bisa mengakibatkan stress berat (burn out), super lelah hingga serangan jantung. Buat apa juga kan kita “ngoyo” kerja tapi malah sakit-sakitan tidak bisa kita nikmatin?

Dalam tulisan ini saya akan coba memberikan kiat-kiat agar kita bisa mengelola ritme bekerja kita tidak kebablasan hingga menjadi Hustle Culture.

  1. Jadikan bekerja sebagai sarana ibadah

Sebagai muslim, saying sekali jika aktivitas kita bekerja hanya untuk mengejar target materi, tanpa ada nilai ibadah yang kita akan raih. Kan enak tuh, kita bekerja sekaligus beribadah. Saat kita bekerja, kita pun tidak akan tertinggal sholatnya, tilawah qurannya hingga dakwah mengajak kebaikan. Seperti tercantum dalam ayat Alquran berikut ini.

“Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku.” (QS Az Zariyat ayat 56).

Dalam haditsnya Rasulullah SAW pun bersabda :

Suatu ketika Rasulullah SAW berada dalam rombongan pelayat jenazah, lalu beliau mengambil sesuatu dan memukulkannya ke tangah. Kemudian beliau bersabda, “Tidak ada seorang pun, kecuali tempat duduknya telah ditulis di neraka dan tempat duduknya di surga.” Para sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, kalau begitu, bagaimana bila kita bertawakkal saja terhadap takdir kita tanpa beramal?”

Beliau menajawab, “Beramallah kalian, karena setiap orang akan dimudahkan kepada yang dicipta baginya. Barangsiapa yang diciptakan sebagai ahlus sa’adah (penghuni surga), maka dia akan dimudahkan untuk mengamalkan amalan ahlus sa’adah.

Namun, barangsiapa yang diciptakan sebagai ahlusy syaqa (penghuni neraka), maka dia akan dimudahkan pula untuk melakukan amalan ahlusy syaqa.” Kemudian beliau membacakan ayat: “fa`ammaa man `a’thaa wat taqaa wa shaddaqa bil husnaa (Dan barangsiapa yang memberi, dan bertakwa serta membenarkan kebaikan)..” (HR Bukhari).

  1. Bekerja untuk kebutuhan hidup, bukan untuk gaya hidup

Dalam eksosistem kapitalistik ini di mana kesuksesan manusia hanya dilihat dari tolak ukur banyaknya materi maka tidak heran Huste Culture muncul untuk memenuhi nafsu gaya hidup dengan standar tinggi agar dianggap oleh teman pergaulannya. Penghasilan kita pasti cukup untuk kebutuhan hidup, dia tidak akan cukup untuk gaya hidup.  Jika kita qanaah dengan pemberian Alloh SWT, maka itu sudah lebih dari cukup bagi kita. Seperti tercantum dalam ayat Alquran berikut :

”Tiada sesuatu yang melata di bumi melainkan ditangan Allah    rezekinya, dan Dia mengetahiu tempat berdiam binatang itu dan tempat penyimpanannya ,Semuanya tertulis dalam Kitab yang nyata (Lauhul mahfuzh)” (QS. Hud ayat 6)

  1. Seimbangkan kehidupan kita

Selama kita hidup, tentunya harus ada keseimbangan di situ. Di mana tubuh dan pikiran kita tidak bisa diporsir bekerja sepanjang hari dan sepanjang malam sampai tidak tidur. Tubuh dan pikiran ada jatah beristirahat, agar mengembalikan energi agar esok hari bisa digunakan lagi untuk beraktivitas. Ibarat mesin mobil, kalau non stop tidak berhenti berhari-hari pasti akan panas dan lama kelamaan akan rusak. Seimbangkan ritme hidup kita dengan sholat, tilawah Alquran, berolahraga, sesekali refreshing jalan ke alam terbuka agar pikiran kita segar dan tidak cepat jenuh. Jadi yang namanya Hustle Culture yang membuat ritme hidupmu kacau akan bisa disiasati.

Semoga inspirasi saya bermanfaat buat Anda para pembaca, yuk seimbangkan hidup, karena sesuatu yang tidak seimbang maka akan mudah jatuh dan ada kezhaliman di situ. Wallohu ‘alam bi showab.

Dapatkan buku Find The Amazing You dengan klik link ini : Klik

 

 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top