MEMBUANG MENTALITAS SILO

Menghapus dan Menghindari Silo di Internal Perusahaan - SHIFT Indonesia

Oleh : Hadi Azis Pratama

Co-Founder Amazing Group, Ketua Yayasan Cinta Quran Global

            Dalam perusahaan yang semakin banyak serta kompleks jumlah karyawannya namanya Silo (baca saylo) pasti akan terjadi jika tidak diantisipasi dari awal. Apalagi berbicara mengelola orang, yaitu tim kita pasti dalam dirinya akan timbul mental Silo. Sebelum lebih jauh membahas tentang Silo ini sebenarnya makhluk apa sih? Hehehe.

Dalam dunia manajemen modern, keberadaan Silo seolah menjadi hal menakutkan dan membuat roda perusahaan “stuck”. Secara definisi, Silo ini adalah sebuah keadaan atau kondisi dalam perusahaan yang memiliki sistem dan struktur organisasi rumit dan tertutup. Sehingga kondisi tadi akan memudahkan munculnya “individualistis” antar departemen atau divisi. Semakin individualistis departemen tersebut di mana mereka tidak mau bekerjasama lintas departemen atau divisi lama-kelamaan perusahaan tersebut akan ambruk. Dalam kehidupan bernegara di Indonesia istilah Silo ini ibaratnya adalah mental “kesukuan” sesama departemennya saja. Mementingkan kesuksesan hanya untuk departemen atau divisi yang dia pegang. Kolaborasi antar departemen sulit dilakukan karena mental Silo.

           Lalu, agar Silo ini bisa hilang dari organisasi perusahaan kita bagaimana caranya? Memang sih, teori dengan praktik menantang dilakukan, tapi tidak ada salahnya dong kita praktikan dari sekarang, daripada menyesal di kemudian hari. Berikut ini ada tiga hal yang bisa dilakukan agar Silo ini hilang dari organisasi kita.

Leading

           Peran pemimpin dalam hal memimpin itu pilar pertama yang harus dilakukan pertama kali. Gaya memimpin yang terbuka, memberikan kesempatan berkolaborasi dan berimprovisasi antar tim mereka akan menjadikan mental Silo hilang dari organisasi. Kolaborasi akan semakin kuat dilakukan dalam organisasi di bawah pemimpin yang dinamis dan terbuka.

Managing

          Mengelola departemen yang ekslusif dengan isi tim yang belum terbuka pola pikir dan tidak dinamis, akan menumbuh suburkan mentalitas Silo. Begitu hal sebaliknya dilakukan, kita buka pola pikir mengelola departemen, menghilangkan ekslusifitas antar departemen dengan departemen lainnya, maka Silo akan hilang dari organisasi Anda.

Organisasi Terbuka

          Dalam era sekarang, struktur organisasi yang dinamis, kolaboratif antara satu departemen dengan departemen lainnya akan menghilangkan mental Silo dari organisasi Anda. Menghadirkan organisasi yang mengedepankan kekeluargaan namun tersistemasi, menggunakan struktur yang terbuka dan membangun kolaborasi antar departemen akan menghilangkan mental Silo tadi.

          Menurut Vijay Govindarajan, seorang penulis dari Harvard Business Review Blog Network, dia menyebutkan bahwa pelanggan, kompetitor, regulasi pemerintah dan kecanggihan teknologi bisa mendorong budaya bisnis dalam mengubah mentalitas silo yang ada di dalamnya. Walaupun demikian, perubahan harus tetap didorong oleh para ekskeutif di perusahaan. Merekalah yang harus merencanakan strategi membangun tim dan membagi informasi dan membantu karyawan berpikir lebih global. Karyawan juga butuh motivasi untuk bekerja bersama, misalnya, mengerjakan proyek perusahaan bersama yang menawarkan penghargaan finansial untuk kolaborasi antar departemen dalam organisasi.

          Akhirul kalam, menghilangkan mentalitas Silo dalam organisasi Anda tentunya ada di tangan Anda. Dari diri Anda sendirilah yang pegang kendali menghilangkan mentalitas Silo dalam organisasi Anda. Jika perusahaan Anda ingin terus tumbuh dan bermanfaat, dari sekaranglah saat yang tepat menghilangkan mentalitas Silo dari organisasi Anda. Selamat mencoba! (HAP).

Dapatkan buku Find The Amazing You dengan klik link ini : Klik

Mau ikutan giveaway berhadiah buku Find The Amazing You? Klik link berikut ini : Klik

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top