Dai Pengusaha

MENCETAK DAI PENGUSAHA

Salah satu pembelajaran yang diberikan untuk santri Cinta Quran Center (CQC) adalah bagaimana mereka belajar dan membuat proyek bisnis yang riil. Selain tentunya mereka sudah lebih dahulu dibekali dengan ilmu keislaman dan ilmu pendukung dalam menguatkan keislaman mereka mulai dari Islamic knowledge, ulumul Quran, kitab-kitab turats dan lain sebagainya. Pembekalan sebagai pengusaha muslim yang juga dai adalah merupakan bagian dari pilar pembinaan mereka agar mereka kelak menjadi dai yang mampu menghidupi dirinya sendiri dan menggerakan masyarakat.

Dalam sesi pembelajaran masuk semester 2 ini para santri di CQC diberikan wawasan awal seluk beluk di dunia bisnis. Modal mental awal yang saya “cekokin” ke benak pemikiran mereka adalah bahwa santri tidak boleh anti dengan duit, jadi pengusaha haruslah punya mental bisnisnya skala korporasi dan yang terakhir bahwa sekarang boleh mereka bisnisnya dimulai dari kecil namun posisikan bahwa kecilnya seperti anak singa yang kelak akan menjadi singa dewasa yang siap menjadi raja. Tiga modal mental itu yang terus saya “cekokin” ke mereka di setiap stadium general kewirausahaan yang sampai kemarin Ahad, 16 Januari 2022 sudah masuk pertemuan ke-3.

Antusiasme beberapa santri yang mengikuti stadium general sampai akhirnya ada kelompok kamar 5 di CQC yang diketuai oleh Ramadhan Liu bersama 11 teman-temannya mulai membuat syirkah proyek bisnis dengan nama brand : U-Learning, U-Cloth dan Waroeng UKhuwah dengan holding Ukhuwah Group. Di pertemuan stadium general Ahad 16 Januari 2022 kemarin saya mulai jalankan mentoring bisnis dengan para santri untuk membedah dulu pondasi bisnis yang mereka jalankan. Mulai dari alasan kuat mereka berbisnis, bentuk syirkah yang akan dijalankan, sampai saya turunkan menjadi struktur organisasi yang jelas di bisnis yang akan mereka jalankan. Saya turunkan detail jobdesk yang harus mereka jalankan nantinya.

Mentoring bisnis perdana yang saya damping untuk mereka lebih ke perencanaan awal membangun bisnis dengan Business Model Canvas (BMC) sambil mereka saya suntikan terus mental dan mindset pengusaha korporasi dan tidak henti-hentinya saya terus suntikan tiga modal mental pengusaha muslim yang hebat : 1. Pengusaha muslim tidak boleh anti duit, 2. Skala bisnis harus dibangun sebesar korporasi, 3. Kita semua mentalnya adalah anak singa yang akan besar menjadi singa dewasa bukan anak kucing. Dalam mentoring tersebut saya paparkan 9 blok yang ada di BMC mulai dari menemukan segment customer yang tepat, value proposition dari bisnis mereka sampai menemukan arus pemasukan dan struktur biaya dari bisnis yang akan mereka jalankan. Dalam pertemuan mentoring tersebut kita coba ikat dulu semangatnya untuk mencapai target yang sudah mereka tuangkan yaitu ke-12 anggota mereka bisa umroh backpacker bareng-bareng. Namun saya buatkan tantangan jika target mereka hanya terealisasi di bawah 50% mereka siap menghukum dirinya sendiri dengan membersihkan masjid CQC selama sebulan penuh. Dan kabar baiknya insyaa Alloh kegiatan mentoring bisnis para santri ini akan diadakan minimal dua pekan sekali agar mereka semakin semangat dalam menjalankan proyek bisnisnya. Cerita tentang kegiatan mentoring bisnis ini akan saya lanjutkan dalam seri-seri tulisan di web ini. Ikuti terus ya.

 

Dapatkan buku Find The Amazing You dengan klik link ini : Klik

Leave a Comment

Your email address will not be published.

Scroll to Top