MUSLIM HARUS MELEK MANAJEMEN

Oleh : Hadi Azis Pratama

Muslimpreneur, Marketer dan Penulis Buku

 

Beber apa waktu lalu, kami para Board of Director di Amazing Group berkesempatan melakukan safar ke Karawang, Purwakarta dan Bandung. Dalam safar tersebut yang menambah insight perenungan saya adalah ketika mengunjungi 2 pesantren yang juga pengemban dakwah Islam Kaffah. Di pesantren tersebut saya coba analisis tantangan yang akan mereka hadapi Ketika mereka tidak segera membenahi manajemennya.

 

Pertama, seperti kultur pesantren pada umumnya, di mana kiyai masih menjadi pusat semua kebijakan pesantren. Dan sayangnya kebanyakan di pesantren peran kiyai tersebut sampai terjun mengurusi hal teknis di pesantren seperti pembelian kasur, peralatan kamar mandi santri, sampai beli sabun cuci biasanya dilakukan para kiyainya. Hehehe. Maka tidak heran pesantren tersebut hanya menggantungkan pengembangan pesantren sesuai perintah dan arahan kiyainya. Yang terjadi adalah pesantren tersebut tidak pernah berkembang besar.

Kedua, kebanyakan pesantren belum menerapkan manajemen profesional di organisasi dan lembaganya, sehingga yang terjadi pesantren tersebut sulit berkembang besar dan menduplikasi sistemnya. Padahal Sahabat Ali RA. Pernah berpesan “kejahatan yang terorganisir bisa mengalahkan kebaikan yang terorganisir”. Maka setiap muslim harus melek dengan yang namanya Manajemen.

Dari dua kunjungan ke pesantren tersebut saya semakin merenung ke dalam diri saya bahwa, potensi yang saya miliki harus bisa banyak membantu Lembaga seperti ini yang belum melek terhadap yang namanya manajemen. Dan saya pun semakin bersyukur dengan pencapaian yang sekarang dengan menerapkan manajemen di organisasi kami, Alhamdulillah dapat menjadi inspirasi dan dorongan bagi Lembaga lain untuk sama-sama berlomba dalam kebaikan.

Kunjungan berikutnya adalah saya mendatangi dua pengusaha sukses di bidangnya masing-masing. Yang satu bergerak di bidang Properti Syariah, yang satu di bidang kuliner legendaris di Bandung Sharia Greenland dan Sate Kambing Haji Harris. Hehehe. Dari pengusaha Properti Syariah saya belajar bahwa bisnis yang dilakukan harusnya masih berada dalam koridor Syariah dan tidak melenceng dari DNA asal bisnis kita. Sehingga kita pun akan nyaman menjalani bisnisnya dan pondasi bisnis pun akan mencengkeram kuat. Dari pengusaha Sate Kambing legendaris Bandung yang sekarang sudah diturunkan ke generasi kedua ini saya mendapatkan insights bahwa jadikan bisnis ini sebagai sarana agar banyak berbagi dengan bersedekah dan mengutamakan orang lain. Pendiri Sate Kambing Haji Harris semasa hidupnya sering mengutamakan orang lain di banding dirinya terlebih dahulu. Beliau lebih mendahulukan timnya agar bisa makan cukup dan hidup layak, ketimbang memikirkan dirinya sendiri. Masya Allah, benar-benar menginspirasi atas apa yang dilakukan Pak Haji Harris semasa hidupnya.

Dua bisnis yang saya kunjungi di Bandung menerapkan perpaduan manajemen bumi dan langit. Di mana selain melakukan 4 pilar inti manajemen (Marketing, Operasional, Keuangan dan SDM) juga menambahkan manajemen langit, yaitu jadikan standar Syariat Islam sebagai bagian dari berjalannya bisnis. Sehingga bisnisnya pun tidak hanya menghasilkan profit, tapi juga memberikan keberkahan bagi orang sekitarnya.

 

Bagaimana menurut Amazing People? Penting kan kita sebagai muslim harus melek dengan manajemen? Siap kita terapkan manajemen di setiap Lembaga maupun bisnis kita?

 

Dapatkan buku Find The Amazing You dengan klik link ini : Klik

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top