cara-membuat-topping-donat-kekinian-mudah-dan-bikin-tambah-menarik

NOSTALGIA JUALAN DONAT

Siapa di sini yang suka dengan donat bertopping? Pasti banyak dong ya..

Saya teringat waktu tahun 2001 saat masih bersekolah di sebuah SMA di Jakarta, saya pernah dijeblosin jadi Ketua RISMA (kalau istilah umumnya Rohani Islam sekolah saya) di tahun itu. Entah kenapa saya yg dipilih? Apa karena dulu badan saya tinggi dan kata teman-teman otak saya sering banyak akalnya dan suka banyak taktik. Hehe, ke ge-er-an.

Singkat cerita, di awal pengurusan saya coba menganalisis masalah apa yang terjadi di organisasi RISMA ketika itu? Saya melihat kas RISMA selalu kosong, jadi kegiatan pekanan sering kering dan membosankan tanpa banyak suguhan konsumsi yang bervariasi karena kosongnya uang kas. Ketika itu saya melihat peluang di sini. Hehe.

Ketika itu coba berpikir keras, untuk memenuhi uang kas RISMA enaknya dagang apa ya yg kira-kira dibutuhkan siswa-siswi se-SMA? Waktu itu ibu saya pulang bawa donat beli di daerah kalisari, Jakarta Timur. Donatnya mirip banget dengan donat dari brand donat terkenal di masa itu. Saya cicipi donatnya, nah enak juga ini. Cocok sekali sepertinya kalau dijual di sekolah. Saya lihat saat itu banyak murid-murid yang belum sarapan dan ingin sarapan yang simple dan mudah disantap. Akhirnya saya putuskan donat ini jadi solusinya.

Peperangan eh penjualan donat akhirnya dimulai. Saya mulai dengan membawa 2 dus isi 10 buah per dusnya untuk tes pasar dulu. Istilah keren sekarang. Dari 2 dus itu akhirnya terus bertambah hingga tiap pagi kami bawa 30-40 dus tiap paginya dan akhirnya dari kelas 1 sampai kelas 3 ketika itu “terwarnai” oleh aktivitas penjualan donat ke kelas-kelas. Dan akhirnya kegiatan kami diikuti beberapa ekskul di sekolah untuk solusi penggalangan dana usaha saat itu. Sekolah jadi riuh ramai dengan aktivitas dagang di koridor-koridor sekolah. Dari hasil profit puluhan ribu, hanya dalam waktu dua bulan seingat saya kas RISMA sudah menyentuh jutaan rupiah. Dari hasil tersebut kita belikan nasi kuning dan konsumsi enak mengenyangkan setiap kegiatan RISMA ba’da Jumatan. Di situlah anak-anak yang jarang tersentuh masjid jadi sering ke masjid pas hari Jumat siang itu karena banyak makanan gratisnya. Hehe

Hasil dari jualan donat kami simpan sebagian ke rekening tabungan atas nama RISMA itu sendiri. Inget banget di pengurusan tahun 2001 lah pertama kalinya anak RISMA punya buku tabungan yang ada isinya. Di akhir pengurusan selain meninggalkan LPJ program, kamipun meninggalkan saldo di rekening RISMA sejumlah 2 juta-an. Alhamdulillah.

Aksi jualan donat gak begitu lama karena akhirnya saya dan Rizki selaku seksi danus dipanggil ke koperasi sekolah karena aksi kami melanggar aturan sekolah karena berjualan di jam sekolah. Saya juga sudah menjelaskan ketika pemanggilan itu bahwa ini untuk kas RISMA, bukan pribadi. Tapi ya pihak koperasi yang saat itu dikoordinir Pak Indra gak mau tahu dengan alasan dan kengototan saya dan akhirnya aksi jualan donat saya harus dihentikan. Tapi gak apa-apa biarlah itu jadi cerita dan kisah serunya berjualan di sekolah untuk kas organisasi. Dan dari situlah mungkin Alloh SWT tunjukkan saat ini saya harus beraktivitas mengelola beberapa unit usaha dan Alhamdulillahnya sudah berlangsung dan berkembang selama 10 tahun.

Di akhir cerita, saya nitip pesan ke pihak sekolah sebaiknya mulai dari kelas 1 bagi yang minat dunia usaha sudah mulai digembleng dengan praktik wirausaha. Karena banyak sekali nilai kehidupan yang bisa diambil dari aktivitas di dunia usaha.

Sudah dulu ah, kepanjangan nulisnya. Semoga bermanfaat untuk teman-teman semua..

*catatan : gambar hanya pemanis, itu bukan foto donat yang dulu dijual

Dapatkan buku Find The Amazing You dengan klik link ini : Klik

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top