90-Anger

PEMIMPIN TUKANG MARAH

Ada sebuah kisah di negeri Wakanda, di mana ada satu pejabat menterinya yang juga emak-emak disorot media di negeri tersebut karena selalu marah-marah di depan umum. Setiap ada masalah pasti si anak buahnya ini dimarahi dengan perkataan yag membuat down siapapun yang jadi obyek amarahnya. Sampai akhirnya banyak dimanfaatkan netizen jadi bahan lucu-lucuan di beranda medsosnya masing-masing. Itulah warna-warni di negeri Wakanda. Hehe. Tapi guys, saya tidak akan banyak menyoroti kejelekan si emak Menteri Wakanda ini, tapi kita ambil insight seperti apa seharusnya seorang pemimpin itu tanpa harus setiap saat marah-marah. Kuys lanjut.

 

Dalam teori manajemen kepemimpinan ada istilah bagi seorang pemimpin harus menguasai aspek Leading dan Managing. Di aspek Leading, seorang pemimpin harus bisa mengelola dan menempatkan timnya sebagai bagian dari kesuksesan organisasi yang dia pimpin. Tentang urusan memimpin dan mengelola manusia memang ada seninya. Manusia punya sisi emosi, tidak bisa selalu ditarik dan dimarahi, sesekali harus diulur dan dididik. Memimpin dan mengelola manusia haruslah bisa menyentuh sisi akal dan hatinya. Maka dia akan tersentuh hingga siap menjadi bagian dari pengembangan organisasi kita. Memimpin manusia harus siap mendidik dan mendampingi mereka hingga benar-benar mumpuni menjalankan tugasnya masing-masing. Memimpin manusia harus siap untuk terus memotivasi, menginspirasi hingga menggerakan mereka untuk mencapai tujuan organisasi.

 

Dalam hal Managing, seorang pemimpin harus terampil mengelola urusan pribadinya, keluarga, pekerjaan dan bermasyarakat. Dalam sehari semua orang diberikan bekal waktu yang sama, yaitu 24 jam. Dari waktu yang ada itu, pemimpin harus bisa menempatkan urusan pribadinya, memadukan urusan keluarganya, bagaimana dia mengelola kerjaannya hingga peran aktif bermasyarakat. Pemimpin salah dalam managing, maka dia akan kesulitan membagi peran dan fungsi dia di berbagai tempat. Urusan managing bagi seorang pemimpin harus bisa memainkan fungsi menjaga roda organisasi atau bisnis agar terus berputar dengan baik. Jika fungsi managing berhenti, maka pergerakan organisasi akan berhenti hingga pahitnya ambruk.

 

Jika kedua fungsi bagi pemimpin tidak bisa dijalankan dengan baik, kapasitas pemimpin pun tidak ter-upgrade, maka yang terjadi saat memimpin di lapangan selalu berujung pada emosi dan memarahi timnya. Nantinya malah yang ada tim akan perlahan pergi meninggalkan organisasi atau perusahaan tersebut. Karena ada istilah manajemen di barat yang berbunyi : “team don’t leave their company, but they leave the leader.”

 

Dapatkan buku Find The Amazing You dengan klik link ini : Klik

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top