blame

STOP BEJ (BLAME, EXCUSE, JUSTIFY)

Sepuluh tahun yang lalu ketika di awal saya merintis bisnis dan juga memulai langkah menjadi pengusaha saya teringat materi dari salah satu pelatih bisnis di Indonesia tentang BEJ. Eits, tapi BEJ ini bukan Bursa Efek Jakarta tapi Blame, Excuse, Justify. Kalau dari referensi lain ada yang disingkatnya JEB (seperti istilah dalam olahraga tinju). Menurut beliau BEJ ini akan menjadi penghambat seseorang menggapai impian dan kesuksesannya. Jika dibiarkan terus, maka tidak akan ada peningkatan signifikan dari orang tersebut mulai dari soal rezekinya, keluarganya, pekerjaannya maupun bisnisnya. Apa sih BEJ (Blame, Excuse, Justify) ini?

Blame, artinya suatu kondisi di mana orang tersebut sukanya menyalahkan keadaan yang terjadi pada dirinya. Mulai dari menyalahkan kondisi kalau dia terlahir dari keluarga miskin. Ada pepatah bilang : “Jika kamu terlahir miskin itu bukan salahmu, tapi jika kamu meninggal karena miskin baru itu salahmu.” Ada juga pengusaha yang menyalahkan kondisi covid karena banyak orang akhirnya tidak mau keluar dan menurun daya belinya. Padahal sebenarnya bukan menurun daya belinya, tapi mereka memprioritaskan beli apa dulu? Nah kita harus mau menyesuaikan dengan kebiasaan terbaru konsumen di luar sana.

Excuse, artinya suatu kondisi di mana orang tersebut senang sekali mengemukakan alasan. Ada pepatah bilang : “Ada 1000 alasan untuk menunda sebuah amal baik, tapi hanya 1 tindakan tepat untuk menyebarkan 1000 amal baik.” Contoh banyaknya alasan adalah : “saya tidak sempat sholat karena sedang banyak kerjaan, saya tidak sempat belajar baca Alquran karena kesibukan saya, saya tidak bisa menjual dengan baik karena tidak didukung kendaraan yang nyaman dan sejuta alasan lainnya sehingga menghambat orang tersebut untuk melangkah.”

Justify, artinya kondisi yang terjadi pada seseorang di mana orang tersebut senang sekali melakukan pembenaran atas ketidak benaran dia melakukan pekerjaan. Sebagai contoh : dia melihat ada orang yang sukses menjual produknya hingga orang tersebut berhasil mendapatkan komisi yang besar, namun menurut orang yang hobi pembenaran ini apa yang dia akan bilang? “Jelas saja dia jago menjual produk itu, waktu kecil sudah berlatih sendiri agar bisa jualan. Dst dst. Padahal jika dia mau “sedikit” saja berupaya keras dan menunda kesenangannya saat muda, tentu saja mental Justify ini tidak akan menempel pada dirinya.

Upaya menghentikan kebiasaan BEJ atau JEB ini tinggal mengacu saja dengan Alquran yang ada di dalam QS. Ar-Ra’d ayat 11 : “Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri.” Nah jelas kan, jika kamu mau berubah menjadi lebih baik, kuncinya adalah di dirimu sendiri? Mau terus menyalahkan atau berbenah diri dan terus meningkatkan kualitas diri? Let’s Stop BEJ!

 

Dapatkan buku Find The Amazing You dengan klik link ini : Klik

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top